Greetings...,^.^

Welcome To My Blog..,
Its Place for me to ShAre My Experience..,
And Show you the Way to Get Happines..,
Enjoy it..,^.^

Rabu, 26 September 2012


Life Is About Care

Hidupku berawal dari mimpi. Mimpi untuk menjadi orang hebat. Bukan sekedar orang yang hidup biasa di dunia lalu mati. Aku ingin orang mengenang namaku. Dalam memori terdalam mereka. Sebagai satu sosok yang pernah menghadirkan kenangan manis dan tidak akan pernah terlupa. Sosok yang indah dipandang, juga dikenang. Sosok yang (mudah-mudahan) menjadi teladan dan pantas dicontoh orang lain. Sosok yang segala aspek dalam hidupnya adalah karunia. Yang pantas untuk disyukuri. Dan rencana tuhan ada dalam setiap tikungan lika-liku hidupnya.

Aku ingin menjalani hidup sesempurna mungkin, membuat karya sebanyak mungkin, membuat rekor pencapaian, menciptakan momen kebahagiaan, munculkan sejuta ide dan kebanggaan. Ya, Aku ingin Usia hidupku barokah dan penuh dengan target-target yang tercapai.
Dunia ini milikku. Dunia adalah bagian dari hidupku, dan juga milliaran orang yang ada di dalamnya. Seharusnya aku bangga, seharusnya aku senang, seharusnya aku bahagia. Aku telah kalahkan ratusan juta sel sperma sainganku 20 tahun yang lalu. Dan jadilah aku sekarang dengan bentuk, rupa, dan gaya yang pasti tak termiliki oleh jutaan sperma itu. Hebat, luar biasa hebat.

Ibuku, Ayahku, Kakak2ku adalah orang hebat. Orang tuaku, dua orang hebat yang beberapa sifatnya terwariskan padaku. Mereka adalah penuntun dan pencerah dalam jalan gelap. Mereka seolah gamkbarkan peta kehidupan lewat nasehat yang mereka tuturkan. Aku  begitupun kakak-kakak ku selalu berusaha keras untuk mewujudkan setiap nasehat yang mereka berikan. Dua orang hebat yang dapat selalu menerima dan tersenyum kepadaku bahkan disaat-saat aku ‘jatuh’ tak berdaya. Mereka motivator juga inspiratorku. Sungguh idolaku yang sebenarnya adalah kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi.

Kakak-kakaku, dua kakak terhebat diseluruh dunia. Dengan segudang pengertian dan kasih sayang yang mereka curahkan selama ini. Karena smua hal itulah aku dapat ‘hidup’ hingga sekarang. Tak jarang aku menjengkelkan, bertingkah tak terkendali, dan mencemooh seenaknya. Tapi mereka berdua tak pernah gusar sedikitpun. Sentuhan tangan lembut mereka yang akhirnya selalu bisa membuatku yang awalnya uncontrolled menjadi controlled.

Maulana antiyan Empitu, Kakak laki-laki ku. Muara kebanggaan, pembuka jalan kesuksesan, dan sumber kebahagiaan keluarga, begitu aku selama ini memandangnya sebagai sosok yang tak akan pernah tergantikan oleh laki-laki manapun. Jalan hidupnya benar-benar penuh dengan kejutan, kejutan-kejutan yang membahagiakan dan membanggakan. Tak pernah ia melewati satu tahunpun tanpa gelar atau prestasi. Bagiku dia laki-laki sempurna.

Part One
By The Most Famous Writer
Maulia Afidah Cahyani Fanandri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar