Life Is About
Care
Hidupku berawal dari mimpi. Mimpi untuk menjadi orang hebat. Bukan sekedar orang yang hidup biasa di dunia lalu mati. Aku ingin orang mengenang namaku. Dalam memori terdalam mereka. Sebagai satu sosok yang pernah menghadirkan kenangan manis dan tidak akan pernah terlupa. Sosok yang indah dipandang, juga dikenang. Sosok yang (mudah-mudahan) menjadi teladan dan pantas dicontoh orang lain. Sosok yang segala aspek dalam hidupnya adalah karunia. Yang pantas untuk disyukuri. Dan rencana tuhan ada dalam setiap tikungan lika-liku hidupnya.
Aku ingin menjalani hidup sesempurna
mungkin, membuat karya sebanyak mungkin, membuat rekor pencapaian, menciptakan
momen kebahagiaan, munculkan sejuta ide dan kebanggaan. Ya, Aku ingin Usia
hidupku barokah dan penuh dengan target-target yang tercapai.
Dunia ini milikku. Dunia adalah
bagian dari hidupku, dan juga milliaran orang yang ada di dalamnya. Seharusnya
aku bangga, seharusnya aku senang, seharusnya aku bahagia. Aku telah kalahkan
ratusan juta sel sperma sainganku 20 tahun yang lalu. Dan jadilah aku sekarang
dengan bentuk, rupa, dan gaya yang pasti tak termiliki oleh jutaan sperma itu.
Hebat, luar biasa hebat.
Ibuku, Ayahku, Kakak2ku adalah orang
hebat. Orang tuaku, dua orang hebat yang beberapa sifatnya terwariskan padaku. Mereka
adalah penuntun dan pencerah dalam jalan gelap. Mereka seolah gamkbarkan peta
kehidupan lewat nasehat yang mereka tuturkan. Aku begitupun kakak-kakak ku selalu berusaha
keras untuk mewujudkan setiap nasehat yang mereka berikan. Dua orang hebat yang
dapat selalu menerima dan tersenyum kepadaku bahkan disaat-saat aku ‘jatuh’ tak
berdaya. Mereka motivator juga inspiratorku. Sungguh idolaku yang sebenarnya
adalah kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi.
Kakak-kakaku, dua kakak terhebat
diseluruh dunia. Dengan segudang pengertian dan kasih sayang yang mereka
curahkan selama ini. Karena smua hal itulah aku dapat ‘hidup’ hingga sekarang.
Tak jarang aku menjengkelkan, bertingkah tak terkendali, dan mencemooh
seenaknya. Tapi mereka berdua tak pernah gusar sedikitpun. Sentuhan tangan
lembut mereka yang akhirnya selalu bisa membuatku yang awalnya uncontrolled
menjadi controlled.
Maulana antiyan Empitu, Kakak
laki-laki ku. Muara kebanggaan, pembuka jalan kesuksesan, dan sumber
kebahagiaan keluarga, begitu aku selama ini memandangnya sebagai sosok yang tak
akan pernah tergantikan oleh laki-laki manapun. Jalan hidupnya benar-benar
penuh dengan kejutan, kejutan-kejutan yang membahagiakan dan membanggakan. Tak
pernah ia melewati satu tahunpun tanpa gelar atau prestasi. Bagiku dia
laki-laki sempurna.
Part One
By The Most Famous Writer
Maulia
Afidah Cahyani Fanandri
