Greetings...,^.^

Welcome To My Blog..,
Its Place for me to ShAre My Experience..,
And Show you the Way to Get Happines..,
Enjoy it..,^.^

Sabtu, 12 Mei 2012


Maaf.,


Be better.., You must be better..,SEMANGKA..,!!


Maaf..,
Maaf telah membuatmu resah, galau, dan tak menentu
Maaf atas waktu itu..
Dengan sengaja tidak menjadi pendengar yg baik, terus saja menyela, ketika km berbicara..
Aku tahu itu tak sesuai etika..
Atau aturan manapun didunia..
Sungguh menyesal telah melakukannya..

Percaya atau tidak
Andai waktu itu terulang kmbali, pasti aku akan melakukan hal yang sama..
Walaupun itu salah,.
bagi otakku.,
Itulah Respon terbaik, dari setiap Impuls yang tak terduga..
Mungkin bagimu itu aneh, bagiku itulah kenyataan..

Sulit rasanya untuk dapat menduga semua,.
Tiap kata, frasa, dan klausa yang kau ucap
Terlanjur..
Tiap frekuensi suaramu waktu itu
sudah melalui mediumnya, Udara
Dan telah sampai dengan baik
Ke telingaku..
Bagiku Adalah tanggung jawab
untuk memprosesnya
Mungkin…
Aku terlalu lugu untuk menyadari semuanya
Bahwa aku punya rasa suka
Padamu
Entah sejak kapan
Atau karena apa
Yang aku tahu
Rasa itu Ada..

Tolong hargai kejujuran dengan pantas
Tidak untuk ditertawai atau apapun..

Tuhan maha adil..
Telah banyak bukti
juga saksi
aku dapati itu pada diriku sendiri
Tuhan beri aku cinta juga logika
Sadar akan pemberian itu
Aku bersyukur dengan caraku
Merasa dan menggunakannya dengan baik
Tdk kurang atau lebih
Tapi sesuai batas


Aku suka padamu
Suka sekali..
Karena rasa itu aku memutuskan..
Hubungan kita tdk akan lebih baik jika kita pacaran
Hubungan itu sulit berawal tapi mudah berakhir..
Tidak seperti pertemanan
Yang mudah berawal tapi sulit berakhir
Karena aku ingin kita tak hanya sementara
Tapi selamanya
Dan teman itu everlasting....

Harapanku padamu selanjutnya..
Tetaplah menjadi dirimu sebelumnya..
Dapatkan orang lain yang jauh lebih baik dariku dgn berusaha
Percayalah
Aku hanya perempuan dungu yang pasti akan membuatmu merasa terganggu..



Unpredictable person....
Thats you,..Friend
 (even hard to say that you are my friend)


By Maulia Afidah Cahyani..,

9 Tips Untuk Hidup Lebih Bahagia

1. Jangan Takut dan Khawatir
    Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?
2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
    Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.
3. Fokus Pada Satu Masalah
    Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.
4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
    Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.
5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan
    Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.
6. Jangan Hidup di Masa Lalu
    Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.
7. Jadilah Pendengar yang Baik
    Mungkin sebagian besar orang termasuk saya :) susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.
8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda
    Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.
9. Bersyukurlah Selalu
    Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

Jumat, 11 Mei 2012

When I confuse..,and try to find Love..,


Satu Rasa Untuk Sepanjang Masa

By Maulia Afidah Cahyani Fanandri



Sedih hatiku
Saat teman tertawai ceritaku
Cerita lama
Baru bagi mereka

Mereka bilang tujuh belas takkan ada makna
Dunia seakan hampa
Hidup takkan penuh warna
Jika tak ada rasa

Termenung aku dibuat mereka
Tercengang aku dengar ribuan kata
Muncul sejuta tanya
Apa rasa itu sebenarnya
Dimana tepatnya
Dari mana asalnya

Begitu takut dibuatnya
Andai tak sempat cicipi rasa
Andai tak sempat mengenalnya
Juga tak sempat urai makna sebenarnya

Jika boleh ku pinta
Akan sesuatu yang lama terlupa
Aku ingin satu saja
Satu rasa untuk sepanjang masa

Dengan doa walau tanpa usaha
Anganku melayang pada suatu cerita

Ku yakin pada suatu masa
Bukan teman seolah pahlawan
Kan perintah seekor kuda
Kuda liar yang perkasa
Untukku dibawa menungganginya


Dengan senyum merona
Kulihat si dia diseberang sana
Menungguku dengan senangnya

Dengan mata berkaca-kaca dibuatnya
Hatiku terdorong tuk ungkap kata untuk mereka

Kawan lihatlah
Tuhan kabulkan doa
Tak dapat pungkiri
Ku tahu rasa datang menghampiri
Bahagianya rasa hati
Lebih dari yang kau ungkap selama ini

Syukur ku ucap sesaat sebelum pagi
Bersujud menghadap Ilahi
Tempat bernaung selama ini
Damaikan jiwa sejukkan hati

Dalam sujud khusyuk
Seketika terdengar suara lirih..

Adalah cinta
Rasa yang kau pinta
Tak sedikit orang berbuat dosa karnanya
Kehendakku jadikan ini padamu
sebagai ladang pahala
Jika cinta kau jaga dengan agama
Kau iringi dengan logika
Maka inilah Karunia
Satu rasa untuk sepanjang masa..,




When I was Seventeen Years Old..,











Its not about Me,.but About Us


Ramadhan Kelabu Penuh Makna



        Jika hal nyata penuh makna adalah awal dari kehidupan , maka hari itu kehidupanku terasa baru dimulai. Ketika itu hari-hari akhir bulan Ramadhan. Seminggu sebelum idul fitri. Tepatnya 29 September 2007.
        “ dek…,adek, bangun dong dek, sudah adzan subuh entar kesiangan lho sholatnya. Sudah ditunggu sama mas di mushollah” . suara Nyaring itu tidak asing di telingaku. Ya..,pasti suara itu adalah suara kakak perempuanku. Segera saja aku bangun dan bersiap melaksanakan sholat subuh.
Hari-hari Bulan ramadhan tak ubahnya seperti bola dunia yang berputar, begitu cepat berganti, Begitu cepat berlalu, dan tak terasa olehku matahari tak lg bersinar terik. Cahayanya perlahan berubah menjadi samar-samar.
Sore indah kala itu dengan sinarnya yang hangat cahayanya yang merah dengan sengaja Aku nikmati. Berkeliling kota mencari hidangan nikmat untuk berbuka adalah hal yang sering Aku lakukan saat ramadhan. Nikmatnya perjalanan saat itu terasa semakin nikmat saat Aku melihat sesosok lelaki berkilau di bawah lampu hias alun-alun selatan kota Lumajang. Sosoknya yang tinggi semampai, alis tebal dengan tatapan mata yang tajam dan senyumnya yang mengarah padaku membuatku lupa kalau ini bulan Ramadhan. Tergoda Aku dibuatnya.
Alangkah kagetnya saat Aku tahu kalau lelaki itu adalah teman tak terpisahkan selama 12 tahun, sahabat kecil, sekaligus saudara sepupuku yaitu Mas Iqbal. Orang yang dulu selalu ada di sampingku , melindungiku, selalu menghibur saat aku sedih, dan  selalu mau mengalah demi Aku. Wajar rasanya jika Aku tidak mengenalinya. Maklum kami sudah jarang bertemu sejak kami tak lagi menimba ilmu ditempat yang sama. Segera saja Aku balas semyumnya dengan lambaian tangan dan tatapan mata penuh rasa kagum.
Dalam Perjalanan begitu saja teringat saat aku dan Mas iqbal pertama kali belajar bersepeda. Saat itu dia mendapatkn sepeda baru dari orang tuanya. Iri aku melihatnya, Sepeda warna ungu, mengkilat, dengan roda utama berwarna hitam, dan dua roda bantu warna putih, bentuknya elegan. Hmmm...,semakin iri dan ingin memiliki rasanya hati ini.
Tak disangka Ternyata orang tuaku menyiapkan kejutan yang sama untukku. Dengan bentuk, ukuran, dan warna yang sama persis dengan Punya Mas Iqbal. Tak lebih dari dua jam, Akhirnya aku mendapatkan sesuatu yang sama dengan kepunyaan sepupuku itu. Wah..,senangnya rasa hati.
Perjalanan soreku yang menyenangkan tak lama lagi akan usai.  Setelah mendapatkan apa yang Aku cari, terbersik dalam pikiranku akan transit dulu ke rumah nenek baru pulang ke rumah. Entah apa yang membuat ku berfikir demikian padahal saat itu hari sudah semakin sore dan sepertinya waktu berbuka sudah tidak lama lagi.
Ternyata sudah ada yang mendahului. Tidak lagi tertipu, Aku langsung dapat mengetahui kalau itu  Mas Iqbal. Sama seperti tadi, dia menyambut ku dengan ramah di depan pintu. Begitu juga ketika Aku sudah selesei menemui nenek dan akan pulang ke rumah. Dia benar-benar terlihat berbeda, semyumnya itu tidak dapat Aku lupakan hingga sekarang. “ Semoga kita bisa bersama seperti dulu lagi” ucapku dalam hati.
Jika Sang Maha Pencipta sudah berkehendak. Manusia dan makhluk manapun tidak akan kuasa menolak. Kira-kira 3 jam setelah pertemuanku dengannya yang teramat singkat itu. Dalam suatu kecelakaan dia dipanggil menghadap Allah, saat perjalanan pulang, sesaat setelah dia baru saja selesei sholat tarawih dan tadarus disekolahnya. Tak dapat tertolong lagi, Ia dinyatakan meninggal ditempat tak lama setelah penduduk setempat menolongnya.
Mendengar berita itu, seakan hati dan pikiranku tidak sejalan. Hati ku diam seakan hantaman itu terlalu keras dan Aku mati rasa. Pikiranku bergejolak semu tercampur menjadi satu. Periksa nafasnya barang kali masih ada, periksa jantungnya mungkin saja masih berdetak, periksa juga bagian tubuhnya obati jika ada yang terlukan. Pikiran-pikian itu bercampur aduk dengan rasa resah.
Satu persatu memori masa kecil yang kami habiskan bersama muncul seketika dalam fikiranku. Menyemarakkan tangisanku yang tak kunjung reda.
Mas Iqbal . Sebutan itu tak pernah tergantikan sebagai panggilan sayang untuk kakak sepupuku tercinta ”Akhmad Iqbal Ferdiansyah”. Genap 15 tahun usiamu, lahir dan dipanggil oleh Allah pada hari yang sama di Bulan Suci Ramadhan saat malam Nuzulul Qur’an, tepatnya hari Sabtu, 29 September 2007. Sepulang ibadah terawih Engkau dipanggil menghadap rabb-mu. Terlalu sebentar rasanya Aku menggenalmu. Terlalu sebentar rasanya kau menjagaku. Kini dengan siapa aku akan berbagi cerita masa kecil, dengan siapa aku harus menceritakan keluh kesahku, siapa lagi yang akan percaya dengan cerita-ceritaku, siapa lagi teman mengkhyalku, Tak ada lagi. Kau adalah orang yang tak akan pernah tergantikan dalam hidupku.
Hari itu kau tunjukkan sekali lagi pelajaran berharga padaku. Hari itu seluruh ilmu pengetahuan umat manusia menjadi setitik air di atas samudra pengetahuan Allah. Hanya itu yang dapat menggambarkan bagaimana sempurnanya Allah mengatur potongan-potongan memori hidupku dan Mas Iqbal. Allah pisahkan kami perlahan hingga tidak ada yang merasakan hal itu. Kemudian Allah pisahkan kami dengan jarak yang tak terhingga. Terpisah ruang dan waktu. Sungguh jika kita masih seperti dulu betapa susahnya aku berpisah dengan mu, Mas Iqbal.
Bahwa usia muda bukan jaminan hidup kita akan lebih lama. Fisik yang sempurna tidak cukup menggambarkan apa kita dalam keadaan sehat. Prestasi yang gemilang bukan alasan Allah untuk tidak mengakhiri hidup suatu makhluk. Lalu kenapa aku tidak seperti Mas Iqbal yang serasa selalu siap akan datangnya kematian. Dan selalu percaya bahwa kehidupan yang fana ini akan berakhir.
Kini mataku terbuka. Pandanganku kini tararah. Hatiku kini bercahaya. Fikiranku tak lagi sesempit dulu yang hanya memikirkan kehidupan dunia. Betapa muliaNYa Allah mengingatkanku .
Bukankah sejak kecil apa yang diberikan kepada Mas Iqbal tidak lama juga diberikan padaku. Lalu kapan waktuku? Pintaku padamu Allah, jika saat itu tiba berikan juga isyarat akan itu padaku, sebagai mana Engkau berikan isyarat itu pada kakak sepupuku. Dan panggilah aku dengan cara yang baik dan khusnuk khotimah.
Mas Iqbal, terimakasih atas tuladan mu yang indah mencerahkan jiwa. Menuntunku pada sesuatu yang tidak aku cari, Namun begitu merasa beruntungnya aku saat mendapatkannya. Hingga Aku merasa ramadhan tahun itu adalah Ramadhan Kelabu Penuh Makna.
Love You always Achmad Iqbal ferdiansyah

By Maulia Afidah Cahyani