Satu Rasa Untuk Sepanjang Masa
By Maulia Afidah
Cahyani Fanandri
Sedih hatiku
Saat teman tertawai ceritaku
Cerita lama
Baru bagi mereka
Mereka bilang tujuh belas takkan ada makna
Dunia seakan hampa
Hidup takkan penuh warna
Jika tak ada rasa
Termenung aku dibuat mereka
Tercengang aku dengar ribuan kata
Muncul sejuta tanya
Apa rasa itu sebenarnya
Dimana tepatnya
Dari mana asalnya
Begitu takut dibuatnya
Andai tak sempat cicipi rasa
Andai tak sempat mengenalnya
Juga tak sempat urai makna sebenarnya
Jika boleh ku pinta
Akan sesuatu yang lama terlupa
Aku ingin satu saja
Satu rasa untuk sepanjang masa
Dengan doa walau tanpa usaha
Anganku melayang pada suatu cerita
Ku yakin pada suatu masa
Bukan teman seolah pahlawan
Kan perintah seekor kuda
Kuda liar yang perkasa
Untukku dibawa menungganginya
Dengan senyum merona
Kulihat si dia diseberang sana
Menungguku dengan senangnya
Dengan mata berkaca-kaca dibuatnya
Hatiku terdorong tuk ungkap kata untuk mereka
Kawan lihatlah
Tuhan kabulkan doa
Tak dapat pungkiri
Ku tahu rasa datang menghampiri
Bahagianya rasa hati
Lebih dari yang kau ungkap selama ini
Syukur ku ucap sesaat sebelum pagi
Bersujud menghadap Ilahi
Tempat bernaung selama ini
Damaikan jiwa sejukkan hati
Dalam sujud khusyuk
Seketika terdengar suara lirih..
Adalah cinta
Rasa yang kau pinta
Tak sedikit orang berbuat dosa karnanya
Kehendakku jadikan ini padamu
sebagai ladang pahala
Jika cinta kau jaga dengan agama
Kau iringi dengan logika
Maka inilah Karunia
Satu rasa untuk sepanjang masa..,
When I was Seventeen Years Old..,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar